Minggu, 21 November 2010

PEKAN OLAHRAGA MAHASISWA




Posted on Apr 07, 2010
Untuk mencapai prestasi baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional perlu adanya usaha dan kerja keras. Oleh karena itu dalam mencapai prestasi diperlukan pembinaan sedini mugkin dari tingkat dasar sampai dengan tingkat atas. Perguruan tinggi sebagai lembaga yang mempunyai insan-insan yang berpotensi merupakan sasaran yang tepat mewujudkan prestasi tersebut.
Demikian Wardasih Nugraeni, Ketua panitia Pelaksanana Pekan Olahraga Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (PORMA FIK UNY 2010) menyampaikan dalam laporan pembukaan kegiatan. PORMA terdiri dari beberapa jenis event olahraga dapat dijadikan sebagai wahana tindak lanjut pembinaan olahraga yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta serta sebagai dukungan pembinaan olahraga nasional. Kegiatan tersebut juga dapat dijadikan sebagai motivasi bagi mahasiswa dalam bersaing di bidang olahraga dengan tetap menjaga fair ply dalam setiap pertandingan yang diikuti.
Pekan Olahraga Mahasiwa FIK UNY 2010 dengan tema Tunjukkan Prestasimu melalui sportivitas (2-17) April 2010, dibuka rektor UNY, Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., MA (2/4), menampilkan cabang olahraga: Futsal (putra dan putri), Voli (putra dan putri), Lari sprint (putra dan putri), serta sepakbola (putra). Dalam sambutannya rektor menyampaikan beberapa aspek, diantaranya: 1) Spiritualisme dengan diberikan kondisi fisik yang sehat, 2) Aspek Olahraga, bahwa kebutuhan olahraga tidak hanya di kelas tetapi juga di lapangan. Semoga mahasiswa yang menggeluti bidang ini dapat menjadi profesional muda dalam bidang olahraga, 3) Aspek profesional, dengan olahraga kita tegakkan sportivitas serta kita tunjukkan bagaimana kita meraih dalam olahraga hal yang jauh lebih penting. Lanjutnya, “Ada lima aspek penting, yaitu meraih setingginya, secepatnya, seberatnya, sekompaknya, sehebatnya sehingga prestasi akan mudah untuk diraih. Karena permainan yang butuh kekompakan membutuhkan partisipasi dan sportivitas. Sedangkan 4) Aspek leadhership, hendaknya dapat mengorganisir pertandingan ini dengan rapi dan tak kalah penting 5) Aspek sosial, dengan mempererat tali silaturahmi antar jurusan, fakultas, dalam bidang olahraga. Oleh karena itu kami beri apresiasi pada mahasiswa seni, akademik, keilmuan, dan olahraga”.
Pembukaan Porma dalam rangka memeriahkan Dies Natalis UNY ke 46, ditandai dengan pelepasan sepasang burung merpati, didampingi Pembantu Rektor III, Prof. Dr. Herminarto Sofyan dan Dekan FIK, Sumaryanto, M.Kes. (ratnae)

FIK JUARA KEDUA DALAM AJANG TRI EKS STO

Pertandingan Tri STO yang rutin digelar setiap tahun, pada tahun ini UNS bertindak selaku tuan rumah. Pertandingan olahraga persahabatan diikuti oleh FIK UNY, FIK UNNES, dan FKIP UNS. Sekitar 300 atlit dan penggembira tumpah ruah di kampus UNS untuk bertanding dalam empat cabang olahraga yang dipertandingkan.
Meski FIK UNY harus puas denagn urutan kedua, tidak menyurutkan semangat untuk rutin menggelar ajang ini. Insya Allah tanggal 8 Mei 2011 Mendatang, FIK UNY akan bertindak selaku tuan rumah dalam gelar Tri Eks STO di Yogyakarta sekaligus dalam rangka memperingati Dies Natalis UNY.
Hasil selengkapnya sebagai berikut: Cabang Olahraga (Cabor) Bola Voli Putri, Juara 1: UNNES, Juara 2: UNY, Juara 3: UNS. Cabor Bola Voli Putra: Juara 1: UNNES, Juara 2: UNY, Juara 3: UNS. Cabor Tenis, Juara I: UNY, Juara 2: UNS, Juara 3: UNES. Cabor Baske, Juara I: UNNES, Juara II: UNS, dan Juara III: UNY (ratnae)







Video Passing Bawah Bola Voli

Sejarah Permainan Bola Voli

Sejarah Permainan Bola Voli


Permainan bola voli pertama kali muncul Pada tahun 1895 oleh William C. Morgan, seorang direktur YMCA di Holyke, Massachusetts, menemukan sebuah permainan bernama mintonette dalam usahanya memenuhi keinginan para pengusaha lokal yang menganggap permainan bola basket terlalu menghabiskan tenaga dan kurang menyenangkan. Permainan ini cepat menarik perhatian karena hanya membutuhkan sedikit ketrampilan dasar, mudah dikuasai dalam jangka waktu latihan yang singkat, dan dapat dilakukan oleh pemain dengan berbagai tingkat kebugaran.

Permainan aslinya dahulu menggunakan bola yang terbuat dari karet bagian dalam bola basket. Peraturan awalnya membebaskan berapa pun jumlah pemain dalam satu tim. Pada tahun 1896 nama permainan ini diubah oleh Alfred T. Halstead, yang setelah menyaksikan permainan ini, menganggap bahwa bola voli lebih sesuai menjadi nama permainan ini mengingat ciri permainan ini yang dimainkan dengan melambungkan bola sebelum bola tersebut menyentuh tanah (volleying).

Penghitungan angka

Aturan permainan dari bola voli adalah:

1. Jika pihak musuh bisa memasukkan bola ke dalam daerah kita maka kita kehilangan bola dan musuh mendapatkan nilai
2. Serve yang kita lakukan harus bisa melewati net dan masuk ke daerah musuh. Jika tidak, maka musuh pun akan mendapat nilai

Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah berukuran 9 meter x 18 meter. Ukuran tinggi net putra 2.43 meter dan untuk net putri 2.24 meter. Garis batas penyerangan untuk pemain belakang, jarak 3 meter dari garis tengah ( sejajar dengan net ). Untuk ukuran garis tepi lapangan adalah 5 cm.

Andy/Koko ke Perempat Final

Sabtu, 20 November 2010 | 16:01 WIB
GUANGZHOU, KOMPAS.com — Tim voli pantai nomor satu Indonesia, Andy Ardiansyah/Koko Prasetyo, maju ke babak perempat final Asian Games yang berlangsung di Guangzhou, China, Sabtu.
    
Pasangan yang diunggulkan pada tempat ketiga itu mengalahkan duet Hongkong, Wong Chun Wai/Wong Kwun Pong, 21-19, 21-16. Pada perempat final, pasangan Andi/Koko akan berhadapan dengan pasangan Jepang I, Asahi/ Shihatori, yang pada babak pertama mengalahkan rekan senegaranya, Inoue/Hasegawa, dengan skor 21-9, 21-18.
   
"Kualitas lawan pada perempat final jauh lebih bagus. Mereka selama ini sering bertemu di kejuaraan internasional. Namun, rekor Andi/Koko lebih bagus," kata manajer tim voli pantai Indonesia, Slamet Mulyanto, kepada Antara.
   
Sementara itu, tim Indonesia II, Dian/Ade Chandra, akan bertanding pada Minggu (21/11/2010). Dian/Chandra melaju ke babak perempat final setelah menjadi runner up grup H.
   
Pada babak pertama dengan sistem knock out, pasangan Dian/Chandra akan berhadapan dengan pasangan Khazakstan, Yakovlev/Abdullah. "Suhu pertandingan voli pantai sudah meningkat, dan semuanya tim kuat," kata Slamet.
    
Dengan kekuatan yang merata, tim Indonesia diinstruksikan untuk menyiapkan strategi dan permainan level atas karena lawan-lawannya merupakan tim-tim kuat yang selama ini malang melintang di kejuaraan dunia. "Mereka sering bertemu di berbagai kejuaraan dunia. Hanya kematangan dan strategi bagus yang bisa mengantarkan kemenangan. Hampir tidak ada tim dadakan pada babak 16 besar ini," kata Slamet.
Penulis: A. Tjahjo Sasongko   |   Editor: A. Tjahjo Sasongko